Selasa, 14 Oktober 2014

renungan ketika wisuda


Kawan, bagaimana rasanya mengenakan toga itu?
Pasti bangga. Sama, aku juga.
Selamat, karena ini tidak hanya sekedar toga dan gelar sarjana
Selamat, karena kalian tak perlu lagi menjawab pertanyaan menjengkelkan dari adik kelas, “Kapan lulus kak?”
Selamat, karena kalian tak perlu lagi menyaksikan lembaran-lembaran penuh coretan revisi
Selamat, karena tak ada lagi kamar kos berantakan dengan kertas dan buku-buku teori
Rindukah kalian pada malam panjang penuh dengan bercangkir-cangkir kopi yang memaksa agar mata tetap terjaga?
Ingatkah kalian akan lorong jurusan yang semakin panjang ketika semakin lama menanti kedatangan dosen?
Ingatkah kalian ketika ada sebagian mahasiswa di kelas yang bercita-cita menjadi petugas KPK?
Seimbangkah kisah kalian tentang buku, pesta dan cinta?
Hei… kalian yang sering turun ke jalan, akankah kalian tetap memegang teguh janji idealism itu atau justru malah berdamai dengan kenyataan?
Hei… kalian yang sering berkutat dengan teori dan diktat, apakah akan tetap sebatas teori tanpa praktik?
Hei.. kalian yang apatis, apakah akan tetap diam dan tak acuh dengan dunia yang semakin miris?
Kita sadar akan waktu yang berjalan begitu cepat dan menampar kita, sudah sejauh inikah perjalananku? Sudah apa aku?
Hingga aku lancang bertanya, Tuhan… aku tidak menyia-nyiakan masa mahasiswaku bukan?
Kini langkah itu terhenti di depan dua sosok mulia
Dua orang yang tak pernah berhenti menyalakan lilin untuk menerangi jalan redupmu
Mereka yang tak pernah lelah untuk membuatmu tak mudah menyerah
Lantas, masihkah merasa hebat tanpa mereka?
Lantas, masihkah perlu laku dan ucap yang mengoyak mereka?
Adakah engkau dengar doa-doa yang mereka lantunkan setiap malam?
Adakah engkau rasakan tiap peluh mereka yang mengantarkanmu hingga ada puncak ini?
Adakah mereka dalam skema mimpimu?
Dalam doa, engkau tidak lupa menyebut nama teman-temanmu yang belum lulus bukan?
Dalam doa, engkau tidak lupa menyisipkan nama dosen pembimbingmu bukan?
Apapun kalian kemarin, akademis, aktifis ataupun apatis
Ingat… ini bukan sekedar toga!!!
Dibacakan pada Wisuda Gelombang III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, 4 Agustus 2014 di Hotel Patra Jasa Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger